Minggu, 28 Agustus 2011

PASAR SENIN MENYAMBUT LEBARAN

Pasar Senin menyambut lebaran 1423 H dipenuhi oleh pedagang ataupun pembeli. Pedagang yang biasanya hanya sampai dijembatan, kali ini sampai di dekat bangunan lumbung pangan Soroyasan. Begitu juga parkir kendaraan pembeli sampai di halaman masjid. Kebanyakan pembeli didominasi oleh para pemudik lebaran. 
Mudah-mudahan menjadi berkah bagi pedagang maupun para pembeli. 




Kamis, 25 Agustus 2011

PERSIAPAN LIBUR LEBARAN 1423 H

Libur lebaran 1423 H untuk instansi dimulai pada tanggal 28 Agustus 2011 sampai dengan 4 September 2011. Persiapan libur lebaran 1423 H disikapi Pemerintah Desa dengan melakukan kebersihan lingkungan balai desa,walaupun secara umum belum bisa secara merata. Ini dikarenakan lingkungan balai desa belum selesai dalam pengerjaan balai desanya.
Untuk sementara pengerjaan balai desa juga libur, dan dilanjutkan setelah lebaran.




Selasa, 16 Agustus 2011

ZIARAH 17 AGUSTUS KE MAKAM PAHLAWAN

Tanggal 16 Agustus 2011 diadakan ziarah ke makam Pahlawan yang ada di Desa Banyuurip oleh Muspika. Muspika tersebut yang terdiri dari Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala KUA, Kepala SMP 9, Kepala SMK 8, Kepala SMK YPP, Kepala UPT P & K, dan Dinas Nivo.
Ziarah dipilih di Desa Banyuurip karena dipandang ada makam pahlawan yang berjasa.
Diantaranya makam H. Winoto Danoeasmoro (Kepala Rumah Tangga Kepresidenan era Soekarno, R. M. Sardjono Wiryohardjono (walikota Malang th Tahun 1945 - 1958), Drs. R. Herdjono (wakil walikota Semarang tahun 1990-2000), dan Letkol Inf. Soendjono (Kepala Divisi Siliwangi tahun 1950).









Ziarah ini juga diikuti oleh perangkat desa Banyuurip diantaranya Sekdes Srikandiwati, Kaur Pembangunan Hudi Purwoko, Kaur Pemerintahan Istiawan Hadi, Kadus Suratman, Kadus Maryanti dan Kaum Muhadi selaku juru kunci makam Masjid.


Senin, 08 Agustus 2011

Foto Kadus







Pengisian Kadus Kembaran

Tanggal 27 Juli 2011 diadakan pengisian Kadus Kembaran yang habis masa jabatannya tanggal 4 Agustus 2011. Dalam kesempatan ini dilakukan tes tertulis yang diikuti oleh 4 (empat) orang calon :
1. Maryanti
2. Yoga Pranoto
3. Ari Sunarto
4. Yunus Agung Nugroho
Setelah pelaksanaan tes, diperoleh hasil sebagai juara I adalah Maryanti.
Pada tanggal 4 Agustus 2011 dilaksanakan serah terima jabatan antara Kadus lama dan Kadus baru.
Untuk selanjutnya kadus baru mulai efektif bekerja pada tanggal 5 Agustus 2011.

Sabtu, 11 Juni 2011

SEJARAH SINGKAT DESA BANYUURIP

Desa : BANYUURIP
Ibu Kota Desa : JURU TENGAH
Arti Nama : Air untuk kehidupan
Sejarah Nama : Nyi Putri Galuhwati dan Pangeran Joyokusumo (putra Brawijaya II) dalam perjalanannya diusir dari Majapahit karena Pangeran Joyokusumo tidak mau menghadap ayahnya dalam pertemuan kerajaan dan hanya bermain adu burung puyuh sakti . Selanjutnya dalam perjalanan ke arah barat sampai di suatu tempat, Nyi Putri Galuhwati merasa haus minta minum dan Pangeran Joyokusumo kemudian menancapkan keris Panubiru miliknya lalu muncullah air dari bekas tancapan keris tersebut, dan daerah tersebut dinamakan BANYUURIP
Bahasa Daerah : JAWA
Koordinat Geografis : 7°45'36" LS 109°58'23" BT

Potensi wilayah

Pertanian padi
Makanan khas srabi, gayam
Minuman khas teh teko
Batik tulis (romo ngarak)
Kesenian kuda lumping (langen suko rahayu)
Kesenian rebana (nurul huda dan al ashrof)

Unsur alami yang menonjol

Sumur Beji (berasal dari tancapan keris Panubiru milik Pangeran Joyokusumo karena Nyi Putri Galuhwati haus minta minum, asal mula nama Banyuurip karena dari tancapan keris muncul air, dinamakan beji yang berarti sumur)
Goa Tritis (tempat berkarya Empu Suradahana berada di tebing/ tritis)
Goa Siwunung (konon dulu tempat peminjaman gamelan secara gaib, dinamakan siwunung karena gamelan tersebut kalau dipinjam datang dengan sendirinya dan kembali dengan sendirinya juga, dan menjadi kediaman Syeh Wunung makanya dinamakan siwunung)

Unsur buatan yang menonjol

Punden Parigi (petilasan dan tempat muksa Pangeran Joyokusumo dan sampai sekarang banyak dikunjungi sebagai tempat menyepi juga setiap tahun sebagai tempat Merti Desa dengan kegiatan pentas wayang kulit)
Masjid Banyuurip (dibangun Ki Guru Wonosalam)
Pasar Senin (tempat bermain/pasaran Nyi Putri Galuhwati dan hanya pada hari Senin, sampai sekarang masih dipercaya sebagai tempat “midhang” bagi orang yang sembuh dari sakit ataupun terkabul hajatnya)
Sumur Tinatah (dibuat oleh Ki Manguyu untuk mandi Nyi Putri Galuhwati waktu hamil dengan tujuan kalau lahir putra kelak tampan dan lahir putri kelak cantik, sekarang banyak diambil airnya untuk syarat 7 bulanan orang hamil dan untuk siraman calon pengantin, dinamakan tinatah karena buatan tangan atau dengan istilah ditatah)
Makam Gedhe (makam Nyi Putri Galuhwati dan Ki Manguyu)
Kolam Masjid (dibangun Ki Guru Wonosalam, dahulu sebagai tempat berwudlu yang airnya tidak pernah kering)

Sejarah kepemimpinan

Djojosoeponto (1916-1942)
Tjokrodihardjo (1942-1943)
Bondan Djojomihardjo (1943-1944)
Abdul Mutholib (Dulud) Soerodihardjo (1944-1945)
Sastrowigeno Koewoso (1945-1951)
Danuwidjojo Saat (1953-1954)
Rs. Darmosoewito (1954-1975)
Ag. Sukiman (1975-1990)
Drs. H. Saiful Anwar (1990-1999)
Bambang Suryono (1999-2007)
Paulus Purnomo (2007-2013)

Daftar Nama Perangkat Desa

Kades = Paulus Purnomo, STM
Sekdes = Sri Kandiwati, SMEA (PNS : NIP. 196303162007012004)
Kaur Pemerintahan = Istiawan Hadi Suprapto, D1
Kaur Umum = Bambang Winarno, STM
Kaur Keuangan = Budi Yulianto, SMEA
Kaur Kesra = Riswal Parno, SMA
Kaur Pembangunan = Hudi Purwoko, SMA
Kadus Dukuh Wetan = Suyono, SMP
Kadus Dukuh Kulon = Supriyono, SMP
Kadus Soroyasan = Sukirman, SMP
Kadus Kembaran = Tjiptono, STM
Kadus Jurutengah = Suratman, SMP
PTL Ili-Ili = Sujiro, SMP
P3N = Muhadi, SMA

Selasa, 24 Mei 2011

Takziyah

Hari Rabu 24 Mei 2011 ada kunjungan Mantan Mendagri. Kunjungan kali ini dalam rangka takziyah saudara dari Mantan Mendagri yang meninggal dunia di Tegal dan dimakamkan di Desa Banyuurip. Mantan Mendagri tiba dari Jogja pukul 17.30 bersama istri dan kakaknya dengan menumpang mobil pribadi. Dalam kesempatan ini, dimanfaatkan oleh para pelayat untuk ngobrol dengan Mantan Mendagri.
Menjelang pukul 19.45 jenasah tiba dengan ambulans dari RSI Harapan Anda Tegal. Tak berapa lama jenasah disholatkan dengan imam Kyai Saiful Hadi, BA.
Ikut pula Mantan Mendagri dan kakaknya dalam barisan shaf sholat tersebut.
Setelah disholatkan, diadakan upacara singkat yang dipimpin oleh Kaur Kesra Riswal Parno, dilanjutkan pemberangkatan jenasah oleh Kaum Muhadi.
Jenasah dibawa ke pemakaman menggunakan ambulans diiringi mobil Mantan Mendagri dan beberapa motor pelayat.
Tampak hadir pada saat pemakamann adalah mantan Lurah Keseneng, Marzuki, SE.
Setelah acara pemakaman selesai, Mantan Mendagri beserta istri dan kakak, langsung kembali ke Jogja melewati Jalan Niten.