Selasa, 25 Oktober 2011
PANAS..........
Suhu udara siang hari di Desa Banyuurip, tanggal 25 Oktober 2011 terukur 41 derajat Celcius di luar ruangan dan 33 derajat Celcius di dalam ruangan.
Selasa, 18 Oktober 2011
PENABUH BEDUG
Tanggal 17 Oktober 2011 bertempat di Masjid Besar Nurul Huda Desa Banyuurip dilaksanakan penetapan petugas penabuh bedug Masjid Besar Nurul Huda Banyuurip. Sebelumnya telah diadakan pertemuam Ta'mir masjid untuk membahas ini. Dalam penetapan ini, Saudara Muhadi terpilih untuk menjadi petugas penabuh bedug, menggantikan Bapak Joyorejo Tugono yang telah meninggal dunia beberapa waktu yang lalu. Seperti diketahui bahwa Saudara Muhadi juga sebagai Imam II masjid dan juga petugas Kaum Desa Banyuurip. Adapun tugas dari penabuh bedug :
1. menabuh bedug tepat waktu masuk sholat 5 waktu
2. mengumandangkan adzan
3. menjaga kebersihan masjid dan lingkungannya
4. ikut melaksanakan kegiatan pengajian
5. menjaga inventaris masjid
Sebagai imbalan penabuh bedug, ada amanat dari keluarga mbah Wongsodimedjo berupa sawah seluas 60 ubin dan dari desa berupa sawah seluas 30 ubin.
Petugas penabuh bedug ditetapkan untuk masa bhakti 5 tahun sejak 1 Nopember 2011.
Untuk membantu tugas penabuh bedug ditetapkan saudara Widodo.
Rabu, 12 Oktober 2011
MERTI DESA (WAYANGAN PRIGI)
RAGAM BUDAYA MERTI DESA
DESA BANYUURIP KECAMATAN BANYUURIP
KABUPATEN PURWOREJO
Pelaksanaan : 24 September 2011
Dalan : Ki Sunarpo dari Dudu Kulon, Grabag
Lakon : Wahyu Cakraningrat
- Upacara Tradisional
1.1 Nama Upacara :
MERTI DESA
1.2 Latar belakang dilakukannya upacara
Melestarikan budaya yang diwariskan leluhur
1.3 Maksud dan tujuan diadakannya upacara tradisional
Sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen padi dan wujud kebersamaan masyarakat
2. Penyelenggaraan Upacara Tradisional
2.1 Tempat Penyelenggaraan
Situs Cagar Budaya Punden Parigi Desa Banyuurip
2.2 Waktu penyelenggaraan
Dilaksanakan setelah musim panen padi saat kemarau (sekitar bulan Agustus-September)
2.3 Pelaksanaan – peserta yang terlibat
Diikuti oleh sekitar 150 kepala keluarga dari seluruh pedukuhan yang ada di desa
2.4 Perlengkapan upacara
- ambengan berupa seperangkat nasi, sayur, lauk, buah dari warga
- ambengan berupa seperangkat nasi, sayur, lauk, buah, tumpeng, ayam ingkung utuh dari pemerintah desa
- bunga mawar, kenanga, dan kemenyan dari pemerintah desa
- seperangkat gamelan dan wayang kulit untuk pentas
3. Jalannya upacara
3.1 Persiapan
- pukul 11.00 pentas wayang kulit dimulai sebagai pembuka kegiatan Merti Desa
- ambengan dari warga dikumpulkan di aula Punden Parigi dari pukul 13.00 – 14.00
- ambengan dari pemerintah desa di letakkan di tempat doa
3.2 Upacara pendahuluan
- tepat pukul 14.00 pentas wayang kulit dihentikan sejenak dan selanjutnya juru kunci memimpin doa di tempat doa bersama dengan kepala desa
- setelah doa selesai, ambengan dari pemerintah desa dibawa keluar dari tempat doa dan dikumpulkan bersama dengan ambengan dari warga untuk selanjutnya didoakan lagi
3.3 Puncak upacara
- setelah doa dilaksanakan, ambengan dari pemerintah desa kemudian diracik untuk disantap bersama warga yang hadir
- ambengan dari warga desa yang lain menjadi rebutan untuk saling tukar dibawa pulang kembali dan dinikmati di rumah bersama keluarga
3.4 Mengakhiri upacara
- dengan berakhirnya saling tukar ambengan, pentas wayang kulit dilanjutkan kembali sampai dengan pukul 17.00 dan dilanjutkan kembali pentas wayang kulit pada pukul 21.00 sampai pukul 05.00 keesokan paginya
4. Larangan-larangan/ pantangan dalam pelaksanaan upacara
- semua hidangan yang akan dibuat ambengan, tidak boleh dicoba rasanya oleh pembuatnya sampai dengan acara selesai
5. Makna yang terkandung dalam upacara dimaksud
- ambengan adalah bentuk syukur kepada Tuhan atas hasil panen
- suasana menikmati ambengan secara bersama menumbuhkan sifat kekeluargaan
- pentas wayang kulit dimaksudkan sebagai hiburan untuk seluruh warga desa
Rabu, 07 September 2011
POSYANDU BALITA
Kegiatan Posyandu balita dilaksanakan sebulan sekali setiap hari Rabu pertama, namun mulai bulan September 2011 dirubah menjadi Kamis pertama.
Kegiatan ini diikuti oleh balita yang tergabung dalam 2 dusun yaitu Jurutengah dan Kembaran, dan diampu oleh bidan desa Era Triwahyuning, A.Md. Keb. Kegiatan diisi dengan penimbangan balita, pemberian makanan tambahan, konsultasi kesehatan balita dan ibu.
Kegiatan ini diikuti oleh balita yang tergabung dalam 2 dusun yaitu Jurutengah dan Kembaran, dan diampu oleh bidan desa Era Triwahyuning, A.Md. Keb. Kegiatan diisi dengan penimbangan balita, pemberian makanan tambahan, konsultasi kesehatan balita dan ibu.
Minggu, 28 Agustus 2011
PASAR SENIN MENYAMBUT LEBARAN
Pasar Senin menyambut lebaran 1423 H dipenuhi oleh pedagang ataupun pembeli. Pedagang yang biasanya hanya sampai dijembatan, kali ini sampai di dekat bangunan lumbung pangan Soroyasan. Begitu juga parkir kendaraan pembeli sampai di halaman masjid. Kebanyakan pembeli didominasi oleh para pemudik lebaran.
Mudah-mudahan menjadi berkah bagi pedagang maupun para pembeli.
Mudah-mudahan menjadi berkah bagi pedagang maupun para pembeli.
Kamis, 25 Agustus 2011
PERSIAPAN LIBUR LEBARAN 1423 H
Libur lebaran 1423 H untuk instansi dimulai pada tanggal 28 Agustus 2011 sampai dengan 4 September 2011. Persiapan libur lebaran 1423 H disikapi Pemerintah Desa dengan melakukan kebersihan lingkungan balai desa,walaupun secara umum belum bisa secara merata. Ini dikarenakan lingkungan balai desa belum selesai dalam pengerjaan balai desanya.
Untuk sementara pengerjaan balai desa juga libur, dan dilanjutkan setelah lebaran.
Selasa, 16 Agustus 2011
ZIARAH 17 AGUSTUS KE MAKAM PAHLAWAN
Tanggal 16 Agustus 2011 diadakan ziarah ke makam Pahlawan yang ada di Desa Banyuurip oleh Muspika. Muspika tersebut yang terdiri dari Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala KUA, Kepala SMP 9, Kepala SMK 8, Kepala SMK YPP, Kepala UPT P & K, dan Dinas Nivo.
Ziarah dipilih di Desa Banyuurip karena dipandang ada makam pahlawan yang berjasa.
Diantaranya makam H. Winoto Danoeasmoro (Kepala Rumah Tangga Kepresidenan era Soekarno, R. M. Sardjono Wiryohardjono (walikota Malang th Tahun 1945 - 1958), Drs. R. Herdjono (wakil walikota Semarang tahun 1990-2000), dan Letkol Inf. Soendjono (Kepala Divisi Siliwangi tahun 1950).
Ziarah ini juga diikuti oleh perangkat desa Banyuurip diantaranya Sekdes Srikandiwati, Kaur Pembangunan Hudi Purwoko, Kaur Pemerintahan Istiawan Hadi, Kadus Suratman, Kadus Maryanti dan Kaum Muhadi selaku juru kunci makam Masjid.
Langganan:
Postingan (Atom)
















